Kelompok : 8
Nama : 1. Difa Dasa Putri
(12211073)
2. Mela Sukmawati (14211405)
3. Merina Septiani Tyagita (18211344)
Kelas : 4EA18
BAB
II
BISNIS
DAN ETIKA
A.
Mitos
Bisnis Amoral
Mitos Bisnis Amoral mengungkapkan
suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungan
sama sekali. Mitos ini mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan
moralitas atau etika tidak ada hubungannya. Bisnis berorientasi untuk
mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin tanpa mengindahkan etika dan
moralitas.
B.
Keutamaannya
Etika Bisnis
Dalam bisnis modern, para pelaku
bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya. Dalam
persaingan bisnis yang sangat ketat,maka konsumen benar-benar raja. Dalam
sistem pasar terbuka dengan peran pemerintah yang menjamin kepentingan dan hak
bagi semua pihak, maka perusahaan harus menjalankan bisnisnya dengan baik dan
etis. Perusahaan modern sangat menyadari bahwa karyawan bukanlah tenaga yang
harus dieksploitasi demi mendapat keuntungan.
C.
Sasaran
dan Lingkup Etika Bisnis
Etika Bisnis sebagai etika
profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait dengan
praktek bisnis yang baik dan etis. Etika Bisnis untuk menyadarkan masyarakat
bahwa hak dan kewajiban mereka tidak boleh dilanggar oleh pratek bisnis
siapapun juga. Etika Bisnis juga berbicara mengenai sistem ekonomi yang sangat
menentukan etis tidaknya suatu usaha bisnis.
D.
Prinsip-prinsip
Etika Bisnis
·
Prinsip
otonomi
Otonomi
adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan kesadaran sendiri tentang apa yang dianggapnya baik untuk
dilakukan.
·
Prinsip
Kejujuran
a.
Kejujuran
dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak.
b.
Kejujuran
dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga sebanding.
c.
Kejujuran
dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
·
Prinsip
Keadilan
Prinsip
keadilan menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan
aturan yang adil dan sesuai dengan kriteria yang rasional objektif dan dapat
dipertanggungjawabkan. Prinsip Saling Menguntungkan prinsip ini menuntut agar
bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
·
Prinsip
Integritas Moral
Prinsip
ini dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan
agar dia menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baiknya atau nama baik
perusahaan.
E.
Etos
Kerja
Etos kerja adalah suatu kebiasaan
atau budaya moral menyangkut kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan
dari satu generasi ke generasi yang lain. Inti etos ini adalah pembudayaan atau
pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang
dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang juga membedakannya
dari perusahaan yang lain.
F.
Realisasi
Moral Bisnis
Tiga
pandangan yang dianut, yaitu:
- Norma etis berbeda antara satu tempat dengan tempat yang lain
- Norma sendirilah yang paling benar dan tepat.
- Tidak ada norma moral yang perlu diikuti sama sekali.
G.
Pendekatan-pendekatan
Stocholder
- Kelompok primer : yaitu pemilik modal, saham, kreditor, karyawan, pemasok, konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan
- Kelompok sekunder : yaitu pemerintah setempat, pemerintah asing, kelompok sosial, media massa, kelompok pendukung dan masyarakat.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar