Cerpen (CeritaPendek)
Friendship
Never Die
Today is Monday yap
hari yang menjenuhkan tiba.
“Hoammm males bingit hari
ini.” Ucap Niezta sambil membenarkan dasinya.
“Niez hayo cepet gerbang
mau ditutup nih ga lucu kan kita telat lagi lagi dan lagi.” Ungkap Tya sambil berlari
menuju gerbang.
Sampai di sekolah,
upacara bendera pun segera dimulai. Murid-murid SMP Mawar Melati bergegas ke lapangan
upacara dan mengikuti upacara tersebut sampai selesai dengan penuh khidmat.
“Huh akhirnya selesai juga.
Panas banget udah gitu pidatonya kelamaan. Heloooo mau bikin gue pingsan apa.” Keluh
Retri kepada Ina yang sejak upacara ga bisa diam karna kepanasan.
“Ngeluh mulu deh lo.
Yuk kekantin dehidrasi nih gue.” Ajak Ina kepada Retri.
Setelah istirahat sejenak,
bel berbunyi menandakan masuk pelajaran jam pertama. Dan murid-murid pun
berlarian memasuki kelasnya masing-masing.
Disaat pelajaran berlangsung,
handphone Ina berbunyi ternyata ada message
dari Rizta.
Pulang
sekolah kumpul dulu ya kita. Ada yang mau gue omongin nih. Kasih tau yang
lainya.
Ina pun buru-buru memberitahu
teman-temannya via message dan penasaran
apa yang ingin dibicarakan oleh Rizta. Detik berganti menit, menit berganti jam
dan waktunya jam pulang pun tiba. Bergegaslah Ina menemui Rizta yang kebetulan kelasnya
bersebelahan.
“Ada apasih? Kayanya penting
deh. Gue penasaran nih.” Desak Ina yang sejak tadi memikirkan apa yang terjadi.
“Lo ikut gue ke kantin sekarang.
Yang lain mana? Lo udah kasih tau kan?” Tanya Rizta. Belum sempat Ina menjawab pertanyaan
Rizta, tangan Ina sudah ditarik oleh Rizta untuk menuju ke kantin.
Ternyata kejadian tersebut
terlihat oleh Frima, Tya, Frilli, Niezta, Retri, dan Diba yang kebingungan melihat
sikap Rizta.
“Guys, yuk ikutin mereka!!” Seru Frima kepada teman-temannya.
Tiba di kantin, Rizta
pun langsung bicara kepada Ina namun tidak lama Frima, Tya, Frilli, Niezta,
Retri, dan Diba datang menghampiri mereka. Suasana pun menjadi ramai.
“Riz, lo udah certain ke
Ina?” Tanya Diba yang ternyata sudah mengetahui hal tersebut.
“Lo udah tau dib?” Sela
Frilli dengan wajah innocent nya.
“Yuk kita langsung ke ruang
mading. Ada salam buat kita.” Ungkap tegas Rizta ke teman-temannya.
Kemudian mereka pun pergi
ke ruang mading yang tidak jauh dari kantin. Sesampainya disana, Frima, Tya,
Frilli, Niezta, dan Diba membaca salam untuk gengs (perkumpulan) mereka.
Frima, Tya, Frilli, Niezta, Diba, Rizta, Ina dan Retri adalah sekelompok gengs yang bernama “Quendragz” yang
cukup terkenal di sekolahannya. Walaupun mereka berbeda kelas, mereka sangat kompak
satu sama lain.
“Ooooemjiii!! Gila gila
parah maksudnya apasih ini!!” Ucap Niezta dengan emosi yang meledak-meledak. Bukan
hanya Niezta saja yang emosi namun teman-temannya pun ikut emosi setelah membacanya.
Yang membuat mereka semakin emosi adalah karena ditulis oleh tinta merah.
To: Quendragz
Gausah ikut campur lo. Urus aja masalah lo sendiri.
Sejenak mereka terdiam dan
memikirkan apa yang terjadi sesungguhnya dan siapa yang menulis di madding sekolah
untuk gengs mereka. Tidak hanya masalah ini saja yang menguji persahabatan mereka.
Namun masalah internal ataueksternal dari persahabatan mereka kadang mesekarang.landa. Mereka
menghadapi selalu dengan kepala dingin. Persahabatan mereka pun tetap berjalan hingga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar