April 21, 2014

Tugas Softskill B.Indonesia

Pengaruh Motivasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1              LATAR BELAKANG
Setiap perusahaan membutuhkan karyawan sebagai sumber daya manusia yang mempunyai peran penting sebagai penunjang kelancaran tugas dalam suatu perusahaan. Sebagai sumber daya manusia, karyawan merupakan aset terpenting dibandingkan faktor-faktor produksi lainnya, yakni sebagai penggerak utama berjalannya perusahaan. Di dalam diri setiap karyawan, terdapat berbagai perilaku yang diiringi dengan berbagai kebutuhan yang ingin diwujudkannya. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan perilaku dan kebutuhan-kebutuhan dari karyawan yang dimilikinya agar karyawan bisa memberikan hasil kerja sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan.

Hubungan antara karyawan dan perusahaan tidak bisa dipisahkan, keduanya mempunyai keterkaitan antara satu dan lainnya. Tanpa adanya karyawan, maka perusahaan tidak akan berjalan dengan sendirinya. Perusahaan membutuhkan karyawan sebagai perencana dan penggerak organisasi agar perusahaan dapat lebih maju kedepannya. Sedangkan karyawan membutuhkan perusahaan sebagai suatu wadah untuk mengembangkan diri dan sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara bekerja.

Dalam bekerja, perusahaan harus bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh karyawan. Apabila perusahaan bisa menyediakan apa yang dibutuhkan oleh karyawan, maka hal tersebut akan menunjang kinerja karyawan dan memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan. Kinerja seorang karyawan merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. Pihak manajemen dapat mengukur karyawan atas unjuk kerjanya berdasarkan kinerja dari masing-masing karyawan. Dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan, hal yang harus di perhatikan adalah bagaimana meningkatkan motivasi dan kemampuan karyawan. Sebab, kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan, untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu (Rivai dan Sagala, 2009:548).

1.2              Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka masalah dalam penulisan ini dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apakah ada pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan?
2.      Apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan?
3.      Apakah ada pengaruh motivasi dan gaya kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan?

1.3              Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan.
2.      Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
3.      Untuk mengetahui pengaruh motivasi dan gaya kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan

1.4              Manfaat Penelitian
            Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Penulis
Dapat menambah pengetahuan sebagai bekal dalam menerapkan ilmu yang telah di peroleh dibangku kuliah dalam dunia kerja sesungguhnya
2.      Bagi perusahaan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perusahaan dalam pengelolaan SDM beserta segala kebijakan yang berkaitan langsung dengan aspek-askpek SDM secara lebih baik.

BAB II
TELAAH PUSTAKA

2.1            Landasan Teori
2.1.1    Motivasi

Menurut Malthis (2001) motivasi merupakan hasrat didalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan. Sedangkan Rivai (2004) berpendapat bahwa motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Motivasi adalah kesediaan melakukan usaha tingkat tinggi guna mencapai sasaran organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan usaha tersebut memuaskan kebutuhan sejumlah individu (Robins dan Mary, 2005). Motivasi merupakan faktor psikologis yang menunjukan minat individu terhadap pekerjaan, rasa puas dan ikut bertanggung jawab terhadap aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan (Masrukhin dan Waridin, 2004).
Sedangkan Hasibuan (2004) berpendapat bahwa motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Motivasi merupakan sesuatu yang membuat bertindak atau berperilaku dalam cara-cara tertentu (Armstrong, 1994).

2.1.2    Gaya Kepemimpinan 
Kepemimpinan menurut Gibson adalah suatu usaha menggunakan suatu gaya mempengaruhi dan tidak memaksa untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan. Sedangkan menurut Winardi adalah hubungan dimana satu orang yakni pimpinan mempengaruhi pihak lain untuk bekerja sama secara suka rela dalam usaha mengerjakan tugas tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan. Kepemimpinan akan terjadi bila didalam situasi tertentu seseorang mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun secara berkelompok.

Keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku banyak dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan. Ada dua hal yang biasanya dilakukan olehnya terhadap bawahan atau pengikutnya yakni perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung.

Menurut Hersey dan Blanchard, ada 4 tipe gaya kepemimpinan yaitu: (1) Tipe Direktif yang ditandai adanya komunikasi satu arah, pimpinan membatasi peranan bawahan dan menunjukan pada bawahan apa, kapan, dimana dan bagaimana suatu tugas harus dilaksanakan . pemecahan masalah dan pengambilan keputusan tetap menjadi tanggung jawab pimpinan kemudian disampaikan pada bawahan dan pelaksanaan diawasi ketat; (2) Tipe Konsultatif yang ditandai dengan komunikasi dua arah dan memberikan suporif terhadap bawahan, pemimpin mau mendengrkan keluhan dan perasaan bawahan mengenai keputusan yang diambil, sementara bantuan terhadap bawahan ditingkatkan pelaksanaan atas keputusan tetap pada pimpinan; (3) Tipe Partisipatif adalah ditandai dengan adanya dua control atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusasn antara pimpinan dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan; dan (4) Tipe Delegatif yang ditandai kesediaan pemimpin untuk mendiskusikan masalah-masalah.

2.1.3    Kinerja Karyawan

/Kinerja merupakan perilaku organisasi yang secara langsung berhubungan dengan produksi barang atau penyampaian jasa. Informasi tentang kinerja organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kinerja yang dilakukan organisasi selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum. Akan tetapi dalam kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan tidak jarang ada yang mempunyai informasi tentang kinerja dalam organisasinya. Kinerja sebagai hasil-hasil fungsi pekerjaan/kegiatan seseorang atau kelompok dalam suatu  organisasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor untuk mencapai tujuan organisasi dalam periode waktu tertentu (Tika, 2006). Sedangkan menurut Rivai dan Basri (2005) kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dengan hasil seperti yang diharapkan.
Menurut Bambang Guritno dan Waridin (2005) kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh karyawan dengan standar yang telah ditentukan. Sedangkan menurut Hakim (2006) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dicapai oleh individu yang disesuaikan dengan peran atau tugas individu tersebut dalam suatu perusahaan pada suatu periode waktu tertentu, yang dihubungkan dengan suatu ukuran nilai atau standar tertentu dari perusahaan dimana individu tersebut bekerja. Kinerja merupakan perbandingan hasil kerja yang dicapai oleh pegawai dengan standar yang telah ditentukan (Masrukhin dan Waridin, 2004).


2.2             Pengaruh Motivasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan
2.2.1    Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan

 merupakan sebuah keahlian dalam mengarahkan karyawan pada tujuan organisasi agar mau bekerja dan berusaha sehingga keinginan para karyawan dan tujuan organisasi dapat tercapai. Motivasi seseorang melakukan suatu pekerjaan karena adanya suatu kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Kebutuhan ini dapat berupa kebutuhan ekonomis yaitu untuk memperoleh uang, sedangkan kebutuhan nonekonomis dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk memperoleh penghargaan dan keinginan lebih maju. Dengan segala kebutuhan tersebut, seseorang dituntut untuk lebih giat dan aktif dalam bekerja, untuk mencapai hal ini diperlukan adanya motivasi dalam melakukan pekerjaan, karena dapat mendorong seseorang bekerja dan selalu berkeinginan untuk melanjutkan usahanya. Oleh karena itu jika pegawai yang mempunyai motivasi kerja yang tinggi biasanya mempunyai kinerja yang tinggi pula.

2.2.2    Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan

Kepemimpinan pada dasarnya menekankan untuk menghargai tujuan individu sehingga nantinya para individu akan memiliki keyakinan bahwa kinerja aktual akan melampaui harapan kinerja mereka. Seorang pemimpin harus menerapkan kepemimpinan untuk mengelola bawahannya, karena seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya (Waridin dan Bambang Guritno, 2005). Suranta (2002) dan Tampubolon (2007) menyatakan bahwa faktor kepemimpinan juga berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat dan pengaruh antara faktor kepemimpinan dan faktor kinerja karyawan.
2

2.4            Hipotesis

Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
H1: Ada pengaruh Motivasi terhadap kinerja karyawan
H2: Ada pengaruh Gaya Kepemimpin terhadap kinerja karyawan
H3: Ada pengaruh Motivasi dan Gaya Kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.



BAB III
Metode Penelitian
3.1            Jenis dan Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis yaitu:

a.       Data primer

Yaitu data yang diperoleh langsung dari karyawan serta dari pihak pihak yang terkait dalam perusahaan yang berupa data yang diperoleh dari responden, antara lain data mengenai Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Kerja.

b.      Data Skunder

Yaitu data yang penulis peroleh langsung dari pihak perusahaan, data yang dimaksud adalah : Sejarah berdirinya perusahaan, Struktur organisasi perusahaan, Kegiatan perusahaan, dan Fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh perusahaan.




3.2            Metode Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah :
a.        Interview, yaitu melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan data primer dan sekunder.

b.      Quesioner, yaitu memberikan data yang disusun dengan mengajukan pertanyaan kepada para karyawan yang ditunjukkan sebagai sampel dalam penelitian ini untuk memperoleh data primer.

Pertanyaan dalam kuesioner dibuat berdasarkan skala Likert dengan alternatif jawaban, yaitu : sangat baik, baik, kurang baik, tidak baik dan sangat tidak baik. Selanjutnya data kualitatif yang sudah diangkakan tersebut diolah sesuai dengan teknik analisis data.


3.3            Analisis Data

Dalam menganalisis data, penulis menggunakan analisa data deskriptif kuantitatif, yaitu suatu cara menjelaskan hasil penelitian yang ada dengan menggunakan persamaan rumus matematis dan menghubungkannya dengan teori-teori yang ada, kemudian ditarik kesimpulan.

Untuk mengetahui besarnya pengaruh motivasi dan gaya keemimpinan terhadap kinerja karyawan digunakan rumus regresi linier berganda sebagai berikut:

Y =
Keterangan :
Y         : Kinerja karyawan
        : Motivasi
        : Gaya Kepemimpinan
   : koefisien regresi (koefesien pengaruh Motivasi dan Gaya kepemimpinan)
        : konstanta
          : error/galat

Kriteria pengujian terdiri atas uji t, uji F dan perhitungan besaran . Uji t dimaksudkan untuk melibatkan kemaknaan pengaruh masing-masing koefisien variabel bebas, dengan hipotesis:

·                 :  =  0  (tidak ada pengaruh dari masing-masing variable bebas/ secara parsial terhadap kinerja karyawan).

·                 :  ≠  0   (ada pengaruh dari masing-masing variable bebas/ secara parsial terhadap kinerja karyawan).

Jika  >  dengan  = 0,05 maka  ditolak atau diterima.

Perhitungan besarnya  (koefisien determinasi) dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar variabel kompensasi dan motivasi mempengaruhi kinerja karyawan. Nilai  yang mendekati 100% berarti pengaruh yang diberikan variabel bebas (kompensasi dan motivasi) terhadap kinerja karyawan semakin tinggi. Sebaliknya yang mendekati 0% menunjukan bahwa tidak ada pengaruh yang diberikan oleh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan.

3.4    Alat Analisis Yang Digunakan

Adapun alat analisis yang digunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah analisis Deskriptif dan analisis Kuantitatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar