Maret 11, 2014

Tugas B.Indonesia


Definisi Penalaran Proposisi
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan empiric) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau diaggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Sedangkan Proposisi adalah pernyataan tetang ubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kalimat Tanya, kalimat perintah, kalimat harapan, dan kalimat inversi tidak dapat disebut proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.
Proposisi dapat dipandang dari 4 kriteria, yaitu berdasarkan:
  1. Berdasarkan Bentuk
  2. Berdasarkan Sifat
  3. Berdasarkan Kualitas
  4. Berdasarkan Kuantitas

Evidensi
Pada hakikatnya evidensi adalah semua yang ada semua kesaksia, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran, fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tida boleh dicampur adukan dengan apa yang di kenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah, evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumbe tertentu.

Cara Menguji Data
Cara Menguji Data yaitu data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakt. Oleh karena itu pelu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
  1. Observasi
  2. Kesaksian
  3. Autoritas

Cara Menguji Fakta
Cara Menguji Fakta adalah untuk menetapkan apakah data atau informasi ang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
  1. Konsistensi
  2. Koherensi

Cara Autoritas
Seorang penulis yang ojektif selalu menghindari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
  1. Tidak mengandung prasangka
  2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
  3. Kemashuran dan prestis
  4. Koherensi dengan kemajuan


Sumber: 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar