Definisi Penalaran Proposisi
Penalaran adalah proses berpikir
yang bertolak dari pengamatan indra (pengamatan empiric) yang menghasilkan
sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan
terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis berdasarkan sejumlah proposisi yang
diketahui atau diaggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang
sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam
penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis
(antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Sedangkan Proposisi adalah
pernyataan tetang ubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan
kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat
atau term-term yang membentuk kalimat. Kalimat Tanya, kalimat perintah, kalimat
harapan, dan kalimat inversi tidak dapat disebut proposisi. Hanya kalimat
berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu
dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang
netral.
Proposisi dapat dipandang dari 4
kriteria, yaitu berdasarkan:
- Berdasarkan Bentuk
- Berdasarkan Sifat
- Berdasarkan Kualitas
- Berdasarkan Kuantitas
Evidensi
Pada hakikatnya evidensi adalah
semua yang ada semua kesaksia, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan
untuk membuktikan suatu kebenaran, fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tida
boleh dicampur adukan dengan apa yang di kenal sebagai pernyataan atau
penegasan. Dalam wujud yang paling rendah, evidensi itu berbentuk data atau
informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan
yang diperoleh dari suatu sumbe tertentu.
Cara
Menguji Data
Cara Menguji Data yaitu data dan
informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakt. Oleh karena itu
pelu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang
merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang
dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
- Observasi
- Kesaksian
- Autoritas
Cara
Menguji Fakta
Cara Menguji Fakta adalah untuk
menetapkan apakah data atau informasi ang kita peroleh itu merupakan fakta,
maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian
tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta,
sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua
yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat
kesimpulan yang akan diambil.
- Konsistensi
- Koherensi
Cara
Autoritas
Seorang penulis yang ojektif
selalu menghindari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis
yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau
pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data
eksperimental.
- Tidak mengandung prasangka
- Pengalaman dan pendidikan autoritas
- Kemashuran dan prestis
- Koherensi dengan kemajuan
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar